Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis

Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis

Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis – Tidak berada dalam satu harmoni yang sama menjadi hal umum yang terjadi diantara negara-negara adidaya. Hal serupa dijelaskan pula oleh blog servis kerjasama US dan Saudi Arabia yang menyebutkan bahwa hubungan negara adidaya tersebut tidaklah murni. Amerika menilai bahwa Saudi Arabia identik dengan tindakan penistaan hak asasi, demokrasi yang kurang transparan dan merupakan negara yang membiayai teroris. Jika kita telisik lebih jauh, kedua negara memiliki hubungan historis yang sangat erat. Hubungan diplomatis yang terjalin antara US dan Saudi Arabia mulai retak sejak Obama bertindak sebagai seorang presiden Amerika. Pada saat ini, Saudi Arabia merasa kecewa atas dukungan Amerika yang melengserkan presiden asal Mesir, Hosni Mubarak. Saudi Arabia menilai bahwa dukungan Amerika merupakan dukungan yang sepihak dan tidak suportif.

Ketika pemerintahan Obama berlangsung, Amerika berencana menjalankan hubungan diplomatis yang mendalam dengan Iran. Saudi Arabia merasa bahwa keputusan yang dilakukan oleh Amerika merupakan keputusan yang salah. Anggapan ini muncul akibat kesamaan visi Saudi Arabia dan Amerika yang mengecam tindakan keras Iran. Kerjasama Amerika dan Suadi Arabia semakin kurang harmonis akibat konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel. Amerika memberikan dukungan besarnya kepada Israel untuk mendirikan negaranya di tanah Palestina. Sedangkan Saudi Arabia tidak menyetujui keputusan yang diambil oleh Amerika. Konflik yang dialami oleh Israel dan Palestina akhirnya diselesaikan pada pemerintahan Obama. Riyadh yang suka bermain game ini, mengajukan perbaikan dan perdamaian hubungan dengan negara Israel. Pengajuan perdamaian ini merupakan balasan atas terbebasnya Palestina dari Israel. Keputusan tersebut pada akhirnya disetujui oleh Amerika. Pada pemerintahan Donald Trump, Saudi Arabia banyak memberikan kritikan atas keputusan yang dikeluarkannya seputar konflik Israel dan Palestina. Saudi Arabia tidak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat yang memberikan dukungan dan klaimnya terhadap Yerusalem. Amerika mengklaim bahwa Yerusalem merupakan ibukota dari Israel.

Meskipun hubungan antara Saudi Arabia dan US terjalin dengan kuat, penduduk Amerika banyak yang tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Saudi Arabia. Penduduk Amerika tidak mendukung atas batasan hak asasi kaum wanita di Saudi Arabia. Pembatasan atas hak wanita dianggap terlalu konservatif dan memberatkan kaum wanita di Saudi Arabia. Perbedaan pendapat antara Saudi Arabia dengan Amerika terjadi akibat perbedaan ideologi. Di dalam menjalankan negaranya, Amerika menggunakan ideologi sekuler sedangkan Saudi Arabia merupakan negara dengan sistem monarki dan menerapkan Islam konservatif. Meskipun selalu melahirkan konflik diantara dua negara, baik Amerika dan Saudi Arabia telah menjalin hubungan kerjasama dibidang yang kuat. Sebagai negara penghasil minyak, Saudi Arabia menjadi negara pengekspor minyak bagi Amerika yang nantinya digunakan sebagai pasokan energi. Sedangkan Amerika menjadi tempat investasi bagi Saudi Arabia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!