Konflik Kerjasama US dengan Saudi Arabia yang Berdampak pada Pemerintahan US

Konflik Kerjasama US dengan Saudi Arabia yang Berdampak pada Pemerintahan US

Konflik Kerjasama US dengan Saudi Arabia yang Berdampak pada Pemerintahan US – Berselancar di dunia maya menyebabkan banyak informasi yang akan kita dapatkan melalui blog atau artikel yang tertulis di dalam blog. Blog yang berisikan akan servis kerjasama antara US dan Saudi Arabia misalnya, kita akan menemukan beragam informasi yang berkaitan dengan kerjasama yang terjalin diantara keduanya. Dari informasi yang tertera di dalam blog, kita dapat melihat bahwa hubungan kerjasama antara Saudi Arabia dengan US telah terjalin selama beberapa dekade. Hubungan antar kedua negara terfokus pada hubungan perdagangan dan keamanan militer. Kerjasama antara US dengan Saudi Arabia semakin meningkat akibat ketertarikan US akan cadangan minyak yang tumbuh besar di kawasan Timur Tengah. Meskipun telah lama menjalin hubungan militer dan perdagangan, hubungan antara US dan Saudi Arabia tidak selalu berada dalam keadaan yang baik. Hubungan yang rusak tentunya akan berdampak pada kondisi perdagangan dan militer yang terjadi diantara kedua negara.

US atau Amerika akan merasakan dampak besar pada perekonomiannya. Pada saat hubungan US dan Saudi Arabia tidak berjalan dengan baik, harga minyak di dunia akan meningkat. Harga minyak yang meningkat tidak hanya terjadi di Amerika saja melainkan juga dapat terjadi di negara-negara lainnya. Tidak hanya itu, dampak lain yang akan Amerika rasakan ketika hubungan bilateral antara US dan Saudi Arabia terganggu adalah hubungan investasi dan dagang yang terganggu. Jika diperhatikan dengan seksama, nilai dagang Amerika memiliki nilai yang tinggi pada saat membina kerjasama dengan US atau Amerika. Amerika bahkan dapat memiliki keuntungan hingga 5 milyar USD dari hubungan investasi dan hubungan dagang diantara dua negara. Dapat dikatakan, Saudi Arabia mampu menopang perekonomian US dengan membuka lapangan pekerjaan yang luas. Konflik kerjasama yang terjadi diantara US dan Saudi Arabia juga akan berdampak pada kontrak tertara Amerika. Kerjasama militer dapat terjadi pembatalan jika Saudi Arabia tidak memiliki pandangan yang sama dengan pemerintahan Amerika.

Untuk keamanan di negara-negara barat, Saudi Arabia memiliki peranan yang sangat penting. Saudi Arabia berperan dengan stabilitator bagi negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah. Saudi Arabia dianggap dapat memerangan terorisme yang terjadi di negara-negara barat, contohnya Amerika. Jika US menjalin hubungan dengan baik dengan Saudi Arabia, permasalahan keamanan dalam negeri nantinya akan terjamin. Karena memiliki peranan bagi kredibilitas US, menjalin hubungan kerjasama dengan Saudi Arabia sangat dianjurkan. Masing-masing negara nantinya memiliki hubungan yang baik selama kerjasama US dan Saudi Arabia berjalan dengan semestinya. Sejauh ini kedua negara belum terdengar kabar akan menjalin kerja sama di bidang casino online dan game judi bola yang pernah di informasikan pada blog informasi servis kerjasama antara US dan Saudi Arabia, Informasi ini bisa menambah wawasan kita mengenai dampak kerjasama diantara mereka.

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara
Uncategorized

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara – Sama halnya dengan manusia yang tidak dapat hidup sendiri, sebuah negara dapat maju dan berkembang dengan bantuan dari negara lainnya. Hal inilah yang mendorong negara untuk melakukan kerjasama dengan negara lainnya. Kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara di dunia tidak hanya dapat dilakukan dalam bidang ekonomi saja melainkan juga dapat terjadi pada kerjasama militer. US atau Amerika dan Saudi Arabia menjadi negara yang menjalin kerjasama di bidang militer. Jika kita memperhatikan keberadaan blog yang berisikan informasi akan kerjasama US dan Saudi Arabia, kita akan mendapatkan informasi dari kerjasama militer yang dilakukan oleh kedua negara akhir-akhir ini. Dari informasi yang tertera di dalam blog, kita dapat mengetahui bahwa Amerika mengirimkan ribuan pasukannya ke Saudi Arabia guna menjaga keamanan negara. Hal ini dilakukan karena terjadinya konflik dalam negeri yang dialami oleh Saudi Arabia.

Saudi Arabia yang merupakan negara di kawasan Timur Tengah merupakan negara yang kaya akan minyak bumi. Akhir-akhir ini, banyak kejadian buruk dimana fasilitas minyak bumi mengalami pengrusakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kerusakan fasilitas minyak bumi yang dialami oleh Saudi Arabia menyebabkan harga minyak dunia meningkat dengan tajam. Kemanan negara Saudi Arabia juga terganggu karena aksi pengrusakan fasilitas minyak bumi. Guna menjaga keamanan negara Saudi Arabia, Amerika memutuskan untuk mengirimkan ribuan personilnya. Aksi yang dilakukan oleh negara Amerika merupakan bentuk kerjasama militer yang telah disepakati oleh Amerika dan Saudi Arabia. Pangeran asal Saudi Arabia bahkan meminta pemerintah Amerika untuk mengirimkan personil tambahan untuk menjaga keamanan negara dari tindakan pengerusakan fasilitas minyak bumi. Tidak hanya bertindak sebagai negara pengirim personil militer, Amerika juga berperan sebagai pendukung Saudi Arabia terhadap Iran. Dari informasi yang tertulis di dalam blog, Iran diduga sebagai tokoh utama dibalik tindakan pengerusakan fasilitas minyak bumi Saudi Arabia.

Pangeran Mohammed bin Salman menjelaskan bahwa jika dunia tidak melakukan tindakan tegas terhadap negara Iran, maka kepentingan dunia nantinya akan terancam. Tuduhan yang dilontarkan oleh Saudi Arabia dan Amerika tentunya dibantah keras oleh Iran. Iran merasa bahwa negaranya tidak memiliki andil dalam peristiwa yang dialami oleh Saudi Arabia. Negara Perancis, Inggris dan Jerman bahkan mengatakan untuk tidak menuduh negara Iran tanpa adanya bukti konkret. Meskipun banyak disanggah oleh negara lain, Amerika tetap mengirimkan pasukannya ke Saudi Arabia. Dengan tujuan untuk menjaga keamanan negara di kawasan Timur Tengah, kerjasama militer antara Amerika dan Saudi Arabia terus berjalan hingga saat ini. Tak mengherankan jika hubungan militer yang terjalin antar negara Amerika dan Saudi Arabia tetap dipertahankan dan mengalami peningkatan setiap waktunya.

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda
Artikel Berita Ekonomi Informasi Politik

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda – Hubungan antara negara adidaya dan negara kerajaan di Timur Tengah ini tak pernah benar-benar berada dalam satu harmoni. Amerika Serikat menganggap negara Raja Salman ini identik dengan pembiayaan teroris, penistaan hak asasi, dan kurang transparan dalam proses demokrasi. Meskipun kedua negara ini memiliki hubungan yang sangat erat secara historis, keretakan hubungan diplomatis ini mulai nampak pada masa pemerintahan Obama. Saudi Arabia merasa kecewa terhadap pemerintahan Amerika dalam usaha melengserkan presiden Mesir, Hosni Mubarak. Pihak Amerika Serikat dikatakan kurang suportif dalam hal tersebut. Pemerintahan Arab Saudi kala itu juga tidak setuju dengan visi Obama yang hendak menjalin hubungan diplomatis yang baik dengan Iran. Dalam sejarah, Amerika dan Arab pernah memiliki kesamaan tujuan untuk mengecam keras aksi Iran, negara Islam Syiah yang dinilai ekstrim.

Konflik kedua negara berpengaruh di dunia ini juga pernah terjadi seiring munculnya konflik Israel-Palestina. Sebelum serangan nuklir dan teror pecah di antara kedua negara tersebut, Amerika Serikat pernah mendukung kaum Yahudi untuk mendirikan negara sendiri yakni Israel, di tanah Palestina, sementara Arab Saudi sendiri menentangnya. Berhubungan dengan hal ini, konflik kedua negara tersebut mereda pada masa pemerintahan Barrack Obama.

Selama masa intifada kedua pada tahun 2000-2005, Riyadh mengajukan perdamaian atau perbaikan hubungan dengan Israel sebagai balasan dibebaskannya Palestina dari pendudukan Israel. Kemudian keputusan ini diterima dan didukung oleh staf kepresidenan Barrack Obama, begitu pula pada masa pemerintahan presiden terdahulu, yaitu G.W. Bush. Sebaliknya, pemerintah Arab Saudi banyak mengkritik aksi Donald Trump yang menyatakan dukungan menyeluruh terhadap Israel. Jaksa Agung Saudi Arabia juga menentang keputusan Amerika Serikat yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

Meski hubungan kedua negara besar ini cukup kuat melalui sistem perdagangan dan kemiliteran, banyak penduduk Amerika Serikat yang menyatakan ketidak setujuannya atas sikap Arab Saudi yang membatasi hak perempuan dan dinilai terlalu konservatif. Perbedaan tersebut bersumber dari ideologi yang berbeda. Amerika Serikat yang memiliki ideologi sekuler dalam negara konstitusional, sedangkan Arab Saudi merupakan negara bersistem pemerintahan monarki dan Islam konservatif.

Terlepas dari seluruh konflik yang ada, kedua negara ini telah menjalin kerjasama yang kuat sejak akhir abad ke-20. Arab Saudi yang merupakan negara produsen minyak terbesar di dunia, melakukan ekspor minyak mentah sebanyak kurang-lebih 10.000 barel per hari kepada Amerika Serikat untuk menjadi pasokan energi. Sebaliknya, Amerika Serikat menjadikan Arab Saudi rumah bagi para militer karena nilai investasi dari anggota agen bola yang berasal dari Amerika ini mencapai 40 miliar USD dengan Saudi Arabia. Di samping hal itu, Trump mengatakan Saudi Arabia mampu memecahkan 150.000 masalah tenaga kerja.

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat
Uncategorized

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat – Hubungan Amerika Serikat dengan Saudi Arabia telah terjalin selama banyak dekade dan berfokus pada keamanan militer dan hubungan dagang. Kerjasama ini terjalin terutama karena ketertarikan Amerika Serikat terhadap cadangan minyak yang dimiliki negara kerajaan di Timur Tengah ini. Meski kerjasama di bidang keuangan dan tenaga kerja terjalin lama, terbunuhnya reporter Washington Post, Jamal Khashoggi ketika bertandang ke kedutaan Arab Saudi di Istanbul menimbulkan kemarahan banyak anggota Kongres Amerika Serikat dan mengusulkan untuk meninjau kembali hubungan dua negara ini serta pemberian hukuman bagi Riyadh. Arab Saudi menjawab hal ini dengan mengancam akan memberikan sanksi lebih berat. Apa saja akibat yang ditanggung AS jika terjadi konflik dengan Saudi Arabia?

1. Pasokan dan Harga Minyak
Berdasarkan data OPEC, Saudi memiliki 18% cadangan minyak dunia sekaligus merupaka eksportir minyak terbesar di dunia. Amerika Serikat sendiri memasok kebutuhan minyak hariannya sebanyak 10.000 barrel minyak mentah dari Arab Saudi. Angka yang tergolong tinggi ini terancam dipangkas oleh Arab Saudi dan berpengaruh terhadap kenaikan harga minyak dunia karena juga berpengaruh terhadap pasokan minyak negara-negara lain.

2. Kontrak Tentara AS
Amerika Serikat memperoleh kesepakatan persenjataan terbesar dalam sejarah negara mereka dari Arab Saudi senilai 110 miliar USD atau sekitar 1667 triliun rupiah. Nilai ini masih mungkin bertambah menjadi 350 miliar USD dalam waktu 10 tahun. Selain persenjataan, Saudi Arabia juga memasok tenaga pertahanan militer mereka sebagian besar dari Amerika Serikat dan ini memberikan keuntungan bagi negara adidaya tersebut. Maka jika pemberian sanksi terhadap Saudi dilakukan, kerjasama militer tersebut terancam batal dan untuk persenjataan negara Arab Saudi akan berpindah pada Cina dan Rusia.

3. Hubungan Dagang dan Investasi
Nilai perdagangan jasa dan barang yang diperoleh Amerika Serikat dari kerjasama dengan Arab Saudi cukup tinggi, yaitu 46 miliar USD dan dari sini AS menikmati keuntungan 5 miliar USD. Kementrian Perdagangan Amerika juga menyatakan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi dengan Arab Saudi telah membantu menopang lapangan kerja Amerika sebanyak 150.000 pada tahun 2015.

4. Keamanan Antar Negara Aliansi
Saudi Arabia dianggap berperan sebagai stabilisator negara-negara Timur Tengah dalam memerangi terorisme bagi negara Barat. Hal senada dikatakan oleh Perdana Menteri Inggris yang menyatakan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Saudi Arabia, karena bisa menjaga keamanan dalam negeri.

Koalisi antiterorisme yang didirikan Arab juga menjadi kunci keamanan antar negara, terutama AS. Koalisi yang memerangi teror yang mengatasnamakan negara Islam, yakni ISIS ini melakukan pertukaran informasi dan kerjasama intelijen dengan Amerika. Maka hal ini terancam dibatalkan Arab Saudi jika pemberian sanksi oleh AS terjadi.