Pengerahan Ribuan Pasukan Amerika ke Saudi Arabia

Pengerahan Ribuan Pasukan Amerika ke Saudi Arabia – Menjaga hubungan antar negara merupakan kewajiban kepada negara demi mewujudkan dunia yang aman dan tentram. Di dalam menjalin hubungan antar negara, ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh negara-negara di dunia, salah satunya adalah mengerahkan pasukannya untuk menjaga keamanan negara lainnya. US atau Amerika menjadi salah satu negara di dunia yang menjalin kerjasama dengan negara lainnya dengan cara mengerahkan pasukan bersenjatanya kepada negara yang sedang berkonflik. Dari sebuah blog informasi servis yang menjelaskan berita akan kerjasama US dan Saudi Arabia, Amerika dikabarkan mengirimkan ribuan pasukannya ke Saudi Arabia. Pengerahan ribuan pasukan Amerika bertujuan untuk menjaga keamanan dan stabilitas pemerintahan Saudi Arabia. Amerika memberikan perlindungan kepada Saudi Arabia akan agresi yang dilakukan oleh Iran.

Pengerahan ribuan pasukan yang dilakukan oleh Amerika mulai terjadi ketika fasilitas minyak milik Saudi Arabia mengalami penyerangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bulan September lalu, ada banyak kasus mengenai penyerangan fasilitas minyak bumi yang terjadi di Saudi Arabia. Jika diperhatikan dengan seksama, ada sekitar 3.000 pasukan Amerika yang telah bertugas di Saudi Arabia. Pengiriman pasukan tambahan akan segera dilakukan akibat permintaan yang dicetuskan oleh pangeran Saudi Arabia yang bernama Mohammed bin Salman. Serangan fasilitas minyak bumi berimbas pada harga minyak bumi di dunia. Harga minyak bumi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saudi Arabia dan US sama-sama menyalahkan Iran akibat kenaikan harga minyak bumi tersebut. Jika negara-negara lain tidak menghentikan tindakan Iran, ada banyak dampak negatif yang akan muncul. Meskipun menjadi kambing hitam atas harga minyak bumi yang meningkat dan serangan fasilitas minyak bumi, Iran memberikan penolakan yang sangat tegas. Iran merasa bahwa hal-hal yang berkaitan dengan naiknya harga minyak bumi tidak ada kaitannya dengan Iran sama sekali.

Sanggahan tersebut juga didukung oleh Jerman, Inggris dan Perancis. Ketiga negara tersebut menyebutkan bahwa tidak ada penjelasan yang masuk akal akan tuduhan yang dilayangkan oleh Amerika dan Saudi Arabia terhadap Iran. Iran berpendapat bahwa perilaku fitnah terhadapnya merupakan tindakan untuk mengganggu ekonomian global dan menggoyahkan pemerintahan di Timur Tengah. Kerjasama antara US dan Saudi Arabia masih terjalin hingga saat ini. Pergantian presiden Amerika bukan menjadi hambatan utama bagi terjalinnya kerjasama antara US dengan Saudi Arabia. Donald Trump yang saat ini memimpin Amerika bahkan menyebutkan bahwa Saudi Arabia merupakan sekutu yang mendatangkan nilai investasi tinggi. Meskipun mampu memberikan keuntungan atas kerjasama yang dilakukan oleh US dan Saudi Arabia, perbedaan pendapat antara dua negara juga dapat terjadi. Perbedaan pendapat tersebut kadang kala mampu menciptakan percikan di beberapa aspek kerjasama yang pernah kedua negara lakukan, seperti kerja sama online di bidang pembangunan casino online, minyak dll.

Menilik Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi
Artikel Berita Ekonomi Informasi Kerja Sama Politik

Menilik Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Menilik Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi – Amerika Serikat termasuk Negara Adidaya yang menjadi kiblat hampir semua negara. Kekuatannya tidak hanya membuat negara lain memberi hormat padanya. Namun, pada kenyatan mereka berhasil melajukan ilmu pengetahuan hingga seperti sekarang. Tetapi kedudukan Amerika tidak lepas dari sejarah panjang yang ia lalui. Dahulu negara ini hanya daratan kosong yang dipenuhi oleh pendatang yang rebutan wilayah.

Bahkan berbagai sumber menyebut bahwa Amerika pernah berada digaris isolasi dari negara lain. Bukankah sangat berbeda dengan kondisi sekarang? Dimana sekarang Amerika seakan menjadi polisi dunia yang selalu penasaran akan urusan negara lain. Sedangkan Arab Saudi yang juga mempunyai sejarah super panjang memberikan peluang Amerika memasuki Kawasan Ottoman. Waktu itu, terdapat pengkhianatan yang dilakukan pihak Ottoman sehingga tentara Amerika mampu mengobrak-abrik pemerintah besar islam.

Kenyataannya ini membuat beberapa sumber menyatakan bahwa Arab Saudi bukan negara yang pro dengan negara islam lainnya. Mereka lebih mendukung Amerika dari pada Palestina. Hubungan mereka berlanjut begitu saja saat diketahui terdapat kerajaan minyak di Arab Saudi. Amerika mengirimkan tenaga produksi profesional yang berasal dari perusahaan agen slot untuk membantu Arab Saudi. Sehingga kedua negara ini mampu berjaya dengan hasil minyak yang diproduksi. Arab Saudi yang menjadi sentral dari pemasok minyak dunia memberi jatah 9% untuk minyak di Amerika.

Pasalnya, diketahui Negeri Paman Sam itu telah mengusahakan pengelolaan minyaknya sendiri. Belum lama ini, hubungan kedua negara ini dikabarkan memanas. Hal tersebut dikarenakan usulan Amerika yang menyuruh Arab Saudi pengontrol produksi minyak. Namun, tidak lama setelah itu keduanya kembali bertemu untuk membicarakan kerjasama di bidang pertahanan. Tepat, pada kenyatananya kerjasama pada bidang tersebut sudah terjalin sejak lama.

Banyak ahli yang menyatakan bahwa keputusan untuk semakin memperkuat pertahanan karena kekhawatiran Amerika Serikat terhadap seragan dari Negara Timur Tengah lain. Kerjasama ini berdampak pada banyaknya pembelian senjata oleh Arab Saudi. Presnrtasenya mencapai 15%. Kisaran tersebut tentu saja berbanding sangat jauh jika dibandingkan dengan angka ekspor minyak yang Arab Saudi lakukan. Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap kerjasama bilateral tentu memiliki tujuan spesifik.

Meskipun disini terlihat jelas bahwa Amerika Serikat sangat diuntungkan untuk urusan pendapatan dari penjualan senjata. Tetapi posisi Arab Saudi juga tidak buruk-buruk amat. Sebab, negeri dengan mayoritas islam itu memiliki alasan untuk mempertahankan hubungan kerjasama. Hal serupa juga terjadi pada hubungan bilateral yang pernah terjalin antar Indonesia dengan Korea Selatan. Keduanya berusaha untuk meningkatkan bidang ekonomi.

Berbagai langkah diambil untuk menunjang percepatan mencapai tujuan. Seperti yang sudah diketahui bahwa hubungan semacam ini tentu tidak akan lepas dari politik tiap negara. Itu kenapa setiap negara memilih kategori yang memberikan keuntungan lebih. Misalnya saja, penyempurnaan pengelolaan Energi Baru Terbarukan di Indonesia yang terbantukan oleh peran Denmark. Dimana negara tersebut memberikan pengambaran mengenai pengaplikasian EBT di 4 wilayahan di Tanah Air.

Keputusan untuk kerjasama tersebut membuahkan hasil yang cukup menyenangkan. Meskipun begitu setiap negara harus mampu menjaga ritme kerjasama. Jangan sampai salah satu negara mendominasi urusan negara lain. Ruang lingkup kerjasama harus jelas serta dijalankan sesuai aturan yang telah disepakati. Selain itu, usahakan untuk mencapai tujuan secepat mungkin. Hal tersebut yang nantinya menjadi bukti pada masyarakat mengenai hasil maksimal dari hubungan bilateral. Jadi, tetap fokuskan pada apa yang ingin dicapai.

Kerjasama Amerika Serikat dan Saudi Arabia dalam Bidang Pertahanan
Artikel Berita Ekonomi Informasi Kerja Sama Politik

Kerjasama Amerika Serikat dan Saudi Arabia dalam Bidang Pertahanan

Kerjasama Amerika Serikat dan Saudi Arabia dalam Bidang Pertahanan – Belum lama ini pihak Amerika Serikat telah mengadakan pertemukan dengan Saudi Arab. Mungutip dari berbagai sumber diketahui bahwa kedua negara tersebut membicarakan mengenai perkuatan bidang pertahanan. Seperti yang sudah diketahui bahwa hubungan keduanya memang sudah terjalin sejak lama. Namun, beberapa waktu masyarakat dunia juga dibuat heboh karena kenyataan hubungan yang memanas antar keduanya.

Bukan sesuatu yang mengherankan jika pertemuanyang dilakukan AS-Arab Saudi mengandung pertanyaan tersendiri. Tetapi, kekhawatir semakin melarut saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penjelasan mengenai keputusannya untuk tetap menjalin kerjasama dengan negara mayoritas muslim tersebut. Kedua negara berharap dengan semakin membaikannya hubungan membuat perkembangan baik diberbagai aspek. Pada dasarnya hubungan Arab Saudi dengan Amerika Serikat telah terjalin lama.

Bisa dikatakan bahwa keduanya sering kali terlibat dalam berbagai kerjasama. Misalnya saja, saat Arab Saudi memiliki sumber besar minyak. Amerika melakukan perundingan untuk memasukan tenaga produksi. Lewat keputusan tersebut kedua negara mampu merasakan kesejahteraan lewat produksi minyak yang melimpah. Arab Saudi sendiri memberi jatah 9% minyak mentah untuk di ekspor ke Daratan Amerika. Seiring berjalannya waktu Negeri Paman Sam berusaha untuk melakukan pengelolaan minyak bumi secara mandiri.

Tetapi, hubungan keduanya tetap kuat. Pasalnya, Amerika mengajukan kerjasama dibidang pertahanan. Bukankah bukan rahasia lagi jika akhir-akhir ini hubungan Amerika dengan Negara Timur Tengah lain masih sering memanas? Nah, itu kenapa mereka tetap mempertahankan Arab Saudi. Ada banyak rahasia antar hubungan bilateral. Sedangkan secara bersamaan Arab Saudi mempunyai pandangan tersendiri dengan negara islam lainnya.

Sehingga hubungan kedua negara dengan prinsip keyakinan berbeda tersebut memang mengandung cukup banyak politik. Kerjasama bidang pertahanan diambil sebagai langkah saling memberi penjagaan. Lewat kesepakatan tersebut Amerika Seikat tetap mampu menjual senjata ke Arab Saudi. Berbagai sumber menyebutkan bahwa penjualan terus meningkat hingga 15%. Jika dibandingkan dengan ekspor minyak yang dilakukan Arab Saudi tentu saja presentase yang tak seimbang.

Meski terdapat banyak keganjalan. Arab Saudi dan Amerika Serikat tetap menunjukan niatan baik dalam memperbaiki perekonomian dunia. Sama seperti kerjasama pada umumnya. Dimana satu negara akan memilih negara terbaik yang mampu memberikan proteksi lebih. Hal serupa terlihat jelas dari hubungan keduanya. Sedangkan untuk contoh lainnya ialah bagaimana Indonesia melakukan kerjasama dengan Denmark.
Keputusan mengandeng Denmark karena Tanah Air memperlukan masukan akurat terkait pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Sedangkan pada bidang ekonomi. Indonesia pernah terlibat kerjsama dengan Korea Selatan. Hal tersebut digunakan sebagai bentuk pemaksimalan Sumber Daya Manusia. Pihak Korsel sendiri melakukan pengoptimalan pada bidang pariwisata. Tetapi karena yang dibicarakan tentang kerjasama dunia negara.

Sudah bisa dipastikan aspek yang perlu diperhatikan lebih luas. Setiap perwakilan negara harus menguasai tema pembicaraan. Kondisi ini untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman. Sebab, ketika terdapat poin yang tak tersampaikan dengan sempurna. Bisa saja menimbulkan multi tafsir yang mampu menimbulkan konfilik antar dua negara. Pihak yang bersangkutan harus memastikan bahwa kerjasama tetap berjalan dalam bidang tertentu.
Negara yang bersangkutan tidak boleh ikut campur aspek yang tidak masuk ketentuan kerjasama. Selain itu, pastikan dampak dari kerjasama mampu dirasakan oleh masyarakat dalam waktu dekat. Jangan sampai publik tidak merasakan apapun sampai keputusan kerjasama terselesaikan. Bukankah upaya ini dilakukan untuk menambah kesejahteraan umum?

Artikel Berita Ekonomi Informasi Kerja Sama Politik

Amerika Serikat dan Arab Saudi Bertemu Bicarakan Kemitraan Pertahanan

Amerika Serikat dan Arab Saudi Bertemu Bicarakan Kemitraan Pertahanan – Amerika Serikat menjadi negara dengan pesona tak terbantahkan. Eksistensinya meningkat seiring perkembangan yang dilakukan. Hadirnya berbagai perusahaan multitasional. Pertumbuhan berbagai bidang mampu membuat siapapun tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut. Bahkan untuk sekedar makanan, industri film, sampai dengan fashion Amerika Serikat berhasil menawarkan sensasi berkelas tersendiri.

Sehingga tidak heran jika Negeri Paman Sam dijadikan sebagai kiblat untuk negara lain dalam urusan pertumbuhan global. Sedangkan Arab Saudi termasuk negara dengan dominasi umat islam. Kedudukannya menguat setelah ditemukan kerajaan minyak. Sehingga negara tersebut sukses menjadi pemasok minyak dunia. Tidak perlu lagi dipertanyakan berapa keuntungan yang didapatkannya. Sejarah menulis bahwa waktu itu, Amerika Serikat langsung mengusulkan untuk mengirimkan tenaga profesional.

Usulan tersebut diterima dan tidak butuh waktu lama kedua negara ini berhasil merasakan kesejahteraan lewat penjualan minyak. Namun, pada kenyatannya hubungan Arab Saudi dan Amerika sudah terjalin sejak lama. Sehingga tidak heran jika penemuan pusat minyak di Daratan Arab semakin membuat keduanya menjadi partner kuat. Nah, belum lama ini melalui situs sbobet alternatif telah diberitakan bahwa hubungan kedua negara dikabarkan sedang memanas. Hal tersebut disebabkan oleh produksi minyak yang berlimpah di masa pandemi.

Tidak lama setelah itu, berbagai sumber kembali memberikan kabar akan pertemuan Presiden Donald Trump dengan pihak Arab Saudi. Pertemuan itu dimaksutkan sebagai bentuk kedua negara memperkuat bidang pertahanan. Seperti yang sudah diketahi bahwa dua negara memang sangat tekun memberi proteksi untuk aspek tersebut. Persenjataan yang dibeli Arab Saudi dari Amerika mencapai 15%. Jika bandingkan dengan ekspor minyak tentu saja kisaran angka itu sangat banyak.

Meskipun begitu tetap saja kedua negara merasa sama-sama untung. Hal ini terbukti dari ungkapan Presiden Amerika yang menyatakan bahwa hubungan bilateral tersebut dimaksutkan untuk menjaga kestabilan ekonomi global. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwasannya dalam setiap keputusan negara terdapat unsur politik. Sedangkan untuk secara luas Arau Saudi dan Amerika Serikat juga pernah melakukan kerjasama dalam bidang militer. Jika dilihat semua bidang merujuk pada pertahanan.
Sebab, sudah menjadi rahasia umum jika negara di bagian Timur Tengah sering terlibat konflik. Posisi Arab Saudi sendiri bukan menjadi negara yang menjadi pendukung untuk negara islam lain. Negara ini kerap hadir dibelakang Amerika Serikat. Kecenderungan itu yang kemudian membuat masuk akal jika Arab Saudi membiarkan Palestina. Sejarah panjang tersebut memang sudah menjadi rahasia umum. Jadi, bukan lagi hal aneh ketika banyak ahli yang berterus terang akan kecenderungan aneh yang Arab Saudi miliki.

Sedangkan secara global hubungan bilateral bisa saja dilakukan oleh berbagai negara. Biasanya negara akan melakukan kerjasama dengan negara yang dianggap mampu memberikan keuntungan lebih. Misalnya saja, hubungan antara Indonesia dan Jepang. Dimana Jepang menganggap bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah SDM produktif melimpah. Keadaan itu yang membuat Jepang senang mengikutsertakan SDM Indonesia untuk kesempatan kerja di Jepang.

Selain itu, Indonesia juga pernah mengandeng Denmark dalam urusan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Sampai pada akhirnya 4 wilayah di Tanah Air merasakan gambaran EBT yang diberikan oleh Denmark. Australia juga menjadi negara yang masih setia melakukan kerjasama dengan Indonesia. Meskipun hubungan bilateral ini mempunyai kelebihan diberbagai bidang. Namun, tetap setiap negara harus memberikan batasan kuat untuk memperjelas batasan kerjasama. Sebab, negara lain tetap tidak mempunyai hak untuk ikut campur terlalu jauh.

Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis
Artikel Berita Ekonomi Informasi Kerja Sama Politik

Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis

Kerjasama US dan Saudi Arabia yang Tak Harmonis – Tidak berada dalam satu harmoni yang sama menjadi hal umum yang terjadi diantara negara-negara adidaya. Hal serupa dijelaskan pula oleh blog servis kerjasama US dan Saudi Arabia yang menyebutkan bahwa hubungan negara adidaya tersebut tidaklah murni. Amerika menilai bahwa Saudi Arabia identik dengan tindakan penistaan hak asasi, demokrasi yang kurang transparan dan merupakan negara yang membiayai teroris. Jika kita telisik lebih jauh, kedua negara memiliki hubungan historis yang sangat erat. Hubungan diplomatis yang terjalin antara US dan Saudi Arabia mulai retak sejak Obama bertindak sebagai seorang presiden Amerika. Pada saat ini, Saudi Arabia merasa kecewa atas dukungan Amerika yang melengserkan presiden asal Mesir, Hosni Mubarak. Saudi Arabia menilai bahwa dukungan Amerika merupakan dukungan yang sepihak dan tidak suportif.

Ketika pemerintahan Obama berlangsung, Amerika berencana menjalankan hubungan diplomatis yang mendalam dengan Iran. Saudi Arabia merasa bahwa keputusan yang dilakukan oleh Amerika merupakan keputusan yang salah. Anggapan ini muncul akibat kesamaan visi Saudi Arabia dan Amerika yang mengecam tindakan keras Iran. Kerjasama Amerika dan Suadi Arabia semakin kurang harmonis akibat konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel. Amerika memberikan dukungan besarnya kepada Israel untuk mendirikan negaranya di tanah Palestina. Sedangkan Saudi Arabia tidak menyetujui keputusan yang diambil oleh Amerika. Konflik yang dialami oleh Israel dan Palestina akhirnya diselesaikan pada pemerintahan Obama. Riyadh yang suka bermain game ini, mengajukan perbaikan dan perdamaian hubungan dengan negara Israel. Pengajuan perdamaian ini merupakan balasan atas terbebasnya Palestina dari Israel. Keputusan tersebut pada akhirnya disetujui oleh Amerika. Pada pemerintahan Donald Trump, Saudi Arabia banyak memberikan kritikan atas keputusan yang dikeluarkannya seputar konflik Israel dan Palestina. Saudi Arabia tidak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat yang memberikan dukungan dan klaimnya terhadap Yerusalem. Amerika mengklaim bahwa Yerusalem merupakan ibukota dari Israel.

Meskipun hubungan antara Saudi Arabia dan US terjalin dengan kuat, penduduk Amerika banyak yang tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Saudi Arabia. Penduduk Amerika tidak mendukung atas batasan hak asasi kaum wanita di Saudi Arabia. Pembatasan atas hak wanita dianggap terlalu konservatif dan memberatkan kaum wanita di Saudi Arabia. Perbedaan pendapat antara Saudi Arabia dengan Amerika terjadi akibat perbedaan ideologi. Di dalam menjalankan negaranya, Amerika menggunakan ideologi sekuler sedangkan Saudi Arabia merupakan negara dengan sistem monarki dan menerapkan Islam konservatif. Meskipun selalu melahirkan konflik diantara dua negara, baik Amerika dan Saudi Arabia telah menjalin hubungan kerjasama dibidang yang kuat. Sebagai negara penghasil minyak, Saudi Arabia menjadi negara pengekspor minyak bagi Amerika yang nantinya digunakan sebagai pasokan energi. Sedangkan Amerika menjadi tempat investasi bagi Saudi Arabia.

Kerjasama US – Saudi Arabia yang Mendapatkan Kecaman dari Rusia
Artikel Berita Ekonomi Informasi Kerja Sama Politik

Kerjasama US – Saudi Arabia yang Mendapatkan Kecaman dari Rusia

Kerjasama US – Saudi Arabia yang Mendapatkan Kecaman dari Rusia – Hubungan bilateral yang dilakukan oleh Saudi Arabia dan US atau Amerika menjadi kabar buruk bagi negara adidaya lainnya, khususnya Rusia. Rusia digadang-gadang menolak gagasan Amerika untuk mengerahkan pasukan dan peralatan tambahan ke Saudi Arabia. Menurut kabar yang beredar, Amerika telah mengirim pasukan tambahan ke Saudi Arabia sebagai respon akan serangan kilang minyak yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurut juru bicara Rusia, pengiriman pasukan dan senjata tambahan ke Saudi Arabia tidak akan mengurangi ketegangan yang terjadi di kawasan Saudi Arabia, terutama sejak terjadinya serangan kilang minyak miliki Saudi. Rusia berpendapat bahwa perincian akan peristiwa yang terjadi di Saudi Arabia harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan aksi nyata seputar pengiriman senjata dan pasukan tambahan. Segala macam kasus yang terjadi di Saudi Arabia tidak harus diselesaikan dengan cara militer.

Meskipun mendapatkan kecaman dari Rusia, Amerika mengatakan bahwa keputusan dan tindakan mereka terhadap konflik di Saudi Arabia bertujuan untuk melakukan pencegahan dan pertahan terhadap serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Juru bicara Amerika juga menambahkan bahwa misi yang dijalankan oleh Amerika merupakan tindakan untuk mencegah peperangan di Saudi Arabia. Jika pencegahan akan serangan mengalami kegagalan, pemerintah Amerika setidaknya harus mengambil tindakan dan keputusan yang tepat. Sebelum Amerika melakukan servis kerjasama dengan Saudi Arabia, Amerika terlebih dahulu mengirimkan pasukannya menuju kawasan Timur Tengah. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan kepada warga sipil dari aksi-aksi militer yang dilakukan oleh pihak lain. Kecaman yang dilakukan oleh Rusia terhadap tindakan Amerika tentunya terjadi dengan adanya sebab. Rusia menganggap bahwa keputusan Amerika yang mengirimkan personil militernya tidak dapat menuntaskan masalah yang terjadi di Saudi Arabia. Cara militer bukan satu-satunya cara yang dapat dilakukan oleh sebuah negara dalam mengatasi ragam masalah yang dihadapi oleh negara tersebut.

Kerjasama US – Saudi Arabia

Kabar mengenai kecaman Rusia terhadap Amerika tertera dengan jelas melalui blog yang ada di blog servis kerjasama yang dilakukan oleh US dan Saudi Arabia. Di dalam blog juga dijelaskan bahwa kerjasama servis US dan Saudi Arabia akan memberikan dampak bagi kedua negara. Kedua negara dapat saling bergantung namun tidak memiliki harmoni yang sama. Sebelum melakukan kerja sama, baik US dan Saudi Arabia pernah berkonflik akibat memiliki perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat terjadi ketika Amerika mendukung kemerdekaan Israel atas tanah Palestina sedangkan Saudi Arabia menentang dukungan yang diberikan Amerika kepada Israel. Konflik yang terjadi diantara kedua negara ini terjadi pada saat pemerintahan presiden Obama. Rusia bahkan menjadi negara yang turut memberikan tanggapannya seputar kemerdakaan Israel. Tak mengherankan jika Rusia akan memberikan kecaman atas kerjasama yang dilakukan oleh US dan Saudi Arabia..

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara
Uncategorized

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara

Kerjasama US dan Saudi Arabia untuk Menjaga Keamanan Negara – Sama halnya dengan manusia yang tidak dapat hidup sendiri, sebuah negara dapat maju dan berkembang dengan bantuan dari negara lainnya. Hal inilah yang mendorong negara untuk melakukan kerjasama dengan negara lainnya. Kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara di dunia tidak hanya dapat dilakukan dalam bidang ekonomi saja melainkan juga dapat terjadi pada kerjasama militer. US atau Amerika dan Saudi Arabia menjadi negara yang menjalin kerjasama di bidang militer. Jika kita memperhatikan keberadaan blog yang berisikan informasi akan kerjasama US dan Saudi Arabia, kita akan mendapatkan informasi dari kerjasama militer yang dilakukan oleh kedua negara akhir-akhir ini. Dari informasi yang tertera di dalam blog, kita dapat mengetahui bahwa Amerika mengirimkan ribuan pasukannya ke Saudi Arabia guna menjaga keamanan negara. Hal ini dilakukan karena terjadinya konflik dalam negeri yang dialami oleh Saudi Arabia.

Saudi Arabia yang merupakan negara di kawasan Timur Tengah merupakan negara yang kaya akan minyak bumi. Akhir-akhir ini, banyak kejadian buruk dimana fasilitas minyak bumi mengalami pengrusakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kerusakan fasilitas minyak bumi yang dialami oleh Saudi Arabia menyebabkan harga minyak dunia meningkat dengan tajam. Kemanan negara Saudi Arabia juga terganggu karena aksi pengrusakan fasilitas minyak bumi. Guna menjaga keamanan negara Saudi Arabia, Amerika memutuskan untuk mengirimkan ribuan personilnya. Aksi yang dilakukan oleh negara Amerika merupakan bentuk kerjasama militer yang telah disepakati oleh Amerika dan Saudi Arabia. Pangeran asal Saudi Arabia bahkan meminta pemerintah Amerika untuk mengirimkan personil tambahan untuk menjaga keamanan negara dari tindakan pengerusakan fasilitas minyak bumi. Tidak hanya bertindak sebagai negara pengirim personil militer, Amerika juga berperan sebagai pendukung Saudi Arabia terhadap Iran. Dari informasi yang tertulis di dalam blog, Iran diduga sebagai tokoh utama dibalik tindakan pengerusakan fasilitas minyak bumi Saudi Arabia.

Pangeran Mohammed bin Salman menjelaskan bahwa jika dunia tidak melakukan tindakan tegas terhadap negara Iran, maka kepentingan dunia nantinya akan terancam. Tuduhan yang dilontarkan oleh Saudi Arabia dan Amerika tentunya dibantah keras oleh Iran. Iran merasa bahwa negaranya tidak memiliki andil dalam peristiwa yang dialami oleh Saudi Arabia. Negara Perancis, Inggris dan Jerman bahkan mengatakan untuk tidak menuduh negara Iran tanpa adanya bukti konkret. Meskipun banyak disanggah oleh negara lain, Amerika tetap mengirimkan pasukannya ke Saudi Arabia. Dengan tujuan untuk menjaga keamanan negara di kawasan Timur Tengah, kerjasama militer antara Amerika dan Saudi Arabia terus berjalan hingga saat ini. Tak mengherankan jika hubungan militer yang terjalin antar negara Amerika dan Saudi Arabia tetap dipertahankan dan mengalami peningkatan setiap waktunya.

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda
Artikel Berita Ekonomi Informasi Politik

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda

Kerjasama Saudi Arabia-Amerika Serikat Saling Tergantung Namun Seringkali Berbeda – Hubungan antara negara adidaya dan negara kerajaan di Timur Tengah ini tak pernah benar-benar berada dalam satu harmoni. Amerika Serikat menganggap negara Raja Salman ini identik dengan pembiayaan teroris, penistaan hak asasi, dan kurang transparan dalam proses demokrasi. Meskipun kedua negara ini memiliki hubungan yang sangat erat secara historis, keretakan hubungan diplomatis ini mulai nampak pada masa pemerintahan Obama. Saudi Arabia merasa kecewa terhadap pemerintahan Amerika dalam usaha melengserkan presiden Mesir, Hosni Mubarak. Pihak Amerika Serikat dikatakan kurang suportif dalam hal tersebut. Pemerintahan Arab Saudi kala itu juga tidak setuju dengan visi Obama yang hendak menjalin hubungan diplomatis yang baik dengan Iran. Dalam sejarah, Amerika dan Arab pernah memiliki kesamaan tujuan untuk mengecam keras aksi Iran, negara Islam Syiah yang dinilai ekstrim.

Konflik kedua negara berpengaruh di dunia ini juga pernah terjadi seiring munculnya konflik Israel-Palestina. Sebelum serangan nuklir dan teror pecah di antara kedua negara tersebut, Amerika Serikat pernah mendukung kaum Yahudi untuk mendirikan negara sendiri yakni Israel, di tanah Palestina, sementara Arab Saudi sendiri menentangnya. Berhubungan dengan hal ini, konflik kedua negara tersebut mereda pada masa pemerintahan Barrack Obama.

Selama masa intifada kedua pada tahun 2000-2005, Riyadh mengajukan perdamaian atau perbaikan hubungan dengan Israel sebagai balasan dibebaskannya Palestina dari pendudukan Israel. Kemudian keputusan ini diterima dan didukung oleh staf kepresidenan Barrack Obama, begitu pula pada masa pemerintahan presiden terdahulu, yaitu G.W. Bush. Sebaliknya, pemerintah Arab Saudi banyak mengkritik aksi Donald Trump yang menyatakan dukungan menyeluruh terhadap Israel. Jaksa Agung Saudi Arabia juga menentang keputusan Amerika Serikat yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

Meski hubungan kedua negara besar ini cukup kuat melalui sistem perdagangan dan kemiliteran, banyak penduduk Amerika Serikat yang menyatakan ketidak setujuannya atas sikap Arab Saudi yang membatasi hak perempuan dan dinilai terlalu konservatif. Perbedaan tersebut bersumber dari ideologi yang berbeda. Amerika Serikat yang memiliki ideologi sekuler dalam negara konstitusional, sedangkan Arab Saudi merupakan negara bersistem pemerintahan monarki dan Islam konservatif.

Terlepas dari seluruh konflik yang ada, kedua negara ini telah menjalin kerjasama yang kuat sejak akhir abad ke-20. Arab Saudi yang merupakan negara produsen minyak terbesar di dunia, melakukan ekspor minyak mentah sebanyak kurang-lebih 10.000 barel per hari kepada Amerika Serikat untuk menjadi pasokan energi. Sebaliknya, Amerika Serikat menjadikan Arab Saudi rumah bagi para militer karena nilai investasi dari anggota yang berasal dari Amerika ini mencapai 40 miliar USD dengan Saudi Arabia. Di samping hal itu, Trump mengatakan Saudi Arabia mampu memecahkan 150.000 masalah tenaga kerja.

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat
Uncategorized

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat

Inilah Akibat Konflik dengan Saudi Arabia bagi Amerika Serikat – Hubungan Amerika Serikat dengan Saudi Arabia telah terjalin selama banyak dekade dan berfokus pada keamanan militer dan hubungan dagang. Kerjasama ini terjalin terutama karena ketertarikan Amerika Serikat terhadap cadangan minyak yang dimiliki negara kerajaan di Timur Tengah ini. Meski kerjasama di bidang keuangan dan tenaga kerja terjalin lama, terbunuhnya reporter Washington Post, Jamal Khashoggi ketika bertandang ke kedutaan Arab Saudi di Istanbul menimbulkan kemarahan banyak anggota Kongres Amerika Serikat dan mengusulkan untuk meninjau kembali hubungan dua negara ini serta pemberian hukuman bagi Riyadh. Arab Saudi menjawab hal ini dengan mengancam akan memberikan sanksi lebih berat. Apa saja akibat yang ditanggung AS jika terjadi konflik dengan Saudi Arabia?

1. Pasokan dan Harga Minyak
Berdasarkan data OPEC, Saudi memiliki 18% cadangan minyak dunia sekaligus merupaka eksportir minyak terbesar di dunia. Amerika Serikat sendiri memasok kebutuhan minyak hariannya sebanyak 10.000 barrel minyak mentah dari Arab Saudi. Angka yang tergolong tinggi ini terancam dipangkas oleh Arab Saudi dan berpengaruh terhadap kenaikan harga minyak dunia karena juga berpengaruh terhadap pasokan minyak negara-negara lain.

2. Kontrak Tentara AS
Amerika Serikat memperoleh kesepakatan persenjataan terbesar dalam sejarah negara mereka dari Arab Saudi senilai 110 miliar USD atau sekitar 1667 triliun rupiah. Nilai ini masih mungkin bertambah menjadi 350 miliar USD dalam waktu 10 tahun. Selain persenjataan, Saudi Arabia juga memasok tenaga pertahanan militer mereka sebagian besar dari Amerika Serikat dan ini memberikan keuntungan bagi negara adidaya tersebut. Maka jika pemberian sanksi terhadap Saudi dilakukan, kerjasama militer tersebut terancam batal dan untuk persenjataan negara Arab Saudi akan berpindah pada Cina dan Rusia.

3. Hubungan Dagang dan Investasi
Nilai perdagangan jasa dan barang yang diperoleh Amerika Serikat dari kerjasama dengan Arab Saudi cukup tinggi, yaitu 46 miliar USD dan dari sini AS menikmati keuntungan 5 miliar USD. Kementrian Perdagangan Amerika juga menyatakan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi dengan Arab Saudi telah membantu menopang lapangan kerja Amerika sebanyak 150.000 pada tahun 2015.

4. Keamanan Antar Negara Aliansi
Saudi Arabia dianggap berperan sebagai stabilisator negara-negara Timur Tengah dalam memerangi terorisme bagi negara Barat. Hal senada dikatakan oleh Perdana Menteri Inggris yang menyatakan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Saudi Arabia, karena bisa menjaga keamanan dalam negeri.

Koalisi antiterorisme yang didirikan Arab juga menjadi kunci keamanan antar negara, terutama AS. Koalisi yang memerangi teror yang mengatasnamakan negara Islam, yakni ISIS ini melakukan pertukaran informasi dan kerjasama intelijen dengan Amerika. Maka hal ini terancam dibatalkan Arab Saudi jika pemberian sanksi oleh AS terjadi.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!